---------------------------------(disini)
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juli 2011

Cinta

Kau bicara perihal Cinta????…
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

By . KG

Persahabatan

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.


By . KG

Waktu

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

by. KG

Minggu, 24 Juli 2011

Apa Arti Semua Ini

Pernah sekali aku mencoba untuk menerima keadaan ini....
Keadaan yang belum pernah  terpikirkan olehku....
Sulit untuk di mengerti....
Dan tak ada yang mampu untuk  menjawabnya....

Yang aku lakukan hanyalah mencoba untuk memahami....
Mencari semua yang masih aku bingungkan....
Tentang perasaan sebenarnya....
Apakah itu....

Wahai kawand....
Bantulah dalam mencari jawab akan semua tanyaku....
Apa yang harus ku lakukan....
Untuk dapat mengerti apakah semua arti perasaan ini....

Satu inginku yaitu mengerti semuanya....
Agar ku tau langkah yang harus dilakukan....
Langkah untuk mencapai suatu keberhasilan....
Keberhasilan dalam menjalani kehidupan saat ini dan kehidupan di masa depan nanti.....

Rendra......

Selasa, 19 Juli 2011

Ayah Pemimpin Pecundang

Dulu kau memang hebat...
Berhasil menarik perhatian seorang wanita yang penuh kasih sayang...
Hingga berujung pada sebuah ikatan yang indah...
Memadu kasih dan memimpin sebuah keluarga yang bahagia...

Setiap orang menghormatimu....
Semua anakmu patuh dan bangga padamu....
Bangga akan setiap usahamu untuk membangun rumah tangga yang istimewa...
Serta berharap mampu menjadi orang seperti dirimu kelak....

Tapi...
Itu dulu...
Sekarang tidak lagi...
Semua telah berubah...

Pantaskah kau kami sayangi...
Pantaskah kau kami banggakan...
Pantaskah kau menjadi contoh bagi kami...
Pantaskah kau...

Setelah perbuatanmu itu...
Kau campakkan keluargamu...
Kau tinggalkan istri yang pernah membantumu untuk bangkit disaat kau terpuruk...
Kau terlantarkan kami anak-anakmu yang selalu menghiasi indahnya hidupmu saat itu...

Kemana perginya seorang pemimpin kami...
Kemana perginya panutan kami...
Kemana perginya ayah kami...
Kemana perginya kau pecundang...

Andai saja kau tak berubah...
Andai saja kau tak pergi...
Andai saja kau tetap bersama kami...
Andai saja kau tau akan semua yang kau lakukan sangatlah menyakitkan...

Aku pernah membayangkan hidup yang lebih baik jika kau tak berubah...
Tak ada kata menyedihkan untuk kami semua...
Tak ada tangisan yang terdengar dalam gubuk kecil ini...
Semua akan terasa indah dalam bayangku kala itu...

Setelah hari itu,, rasanya tak ingin aku menjadi seperti dirimu...
Tak ingin aku mengingatmu lagi...
Tak ingin aku melihatmu walau sekali...
Bahkan tak sudi aku mendengar suaramu...

Pergilah kau jauh... 
Jangan pernah kembali...
Jangan sampai terlihat oleh kedua mataku...
Jika kau tak lakukan itu,, tanganku siap menjamah wajahmu...

Janjiku untuk wanita yang telah kau sakiti...
Percayalah padaku mam...
Aku bisa lebih baik dari orang yang kau tangisi...
Aku bisa menjadi pengganti sang Pemimpin Pecundang............

........Created by Wiznu Rendra 19 juli 2011........

Twitter Facebook Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons