---------------------------------(disini)
Tampilkan postingan dengan label Struktur Data. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Struktur Data. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Kompleksitas Algoritma Quick Sort

Kita sering bertanya mengenai algortima mana yang
lebih baik dalam menyelesaikan masalah tertentu.
Untuk menjawab masalah di atas tentunya ada hal
yang harus diukur supaya kita bisa menilai apakah
algoritma tersebut lebih baik atau tidak.
Jika kita mencoba mengeksekusi program dengan
algoritma A pada komputer C dan program pada
algoritma B pada komputer D. Kita tidak dapat
mengatakan algoritma A lebih baik dibandingkan
dengan algoritma B hanya karena program dengan
algoritma A jauh lebih cepat dieksekusi.
Komputer-komputer yang kita gunakan tidak semua
memiliki arsitektur yang sama. Sehingga waktu
komputasinya pun juga berbeda. Compiler bahasa
pemrograman pun juga berbeda-beda dalam
menghasilkan kode mesin. Sehingga pada kasus di atas,
bisa jadi program dengan algoritma A jauh lebih cepat

Selengkapnya Download Disini

Algoritma Backtracking

Algoritma backtracking (runut balik) pada dasarnya mencari segala kemungkinan solusi seperti halnya bruteforce
dan exhaustive search. Yang membedakannya adalah pada backtracking semua kemungkinan solusi dibuat
dalam bentuk pohon terlebih dahulu baru kemudian pohon tersebut dijelajahi (explore) secara DFS (Depth Field
Search). Secara umum algoritma ini berfungsi dengan baik untuk memecahkan masalah-masalah yang
berkembang secara dinamik (dynamic problem solving) sehingga menjadi dasar algoritma untuk Artificial
Intelligence (intelejensia buatan). Makalah ini akan membahas kegunaan algoritma backtracking dan bagaimana
mengimplementasikannya dalam bahasa pemograman secara umum.

Artificial intelligence (AI) diperlukan untuk
membuat sebuah sistim yang dapat bekerja secara
otomatis dengan campur tangan dari operator
seminim mungkin. Maka dari itu riset untuk
membuat suatu AI yang semakin mendekati
“sempurna” gencar dilakukan. Salah satu terobosan
dalam perkembangan AI pada akhir ’90-an adalah
dikembangkannya supercomputer Deep Blue dan
Deep Blue II oleh IBM yang dikembangkan untuk
bermain catur. Pada program-program untuk
pemecahan masalah yang berkembang secara
dinamik (meskipun juga dapat digunakan untuk
masalah statik) seperti itu, algoritma yang paling
umum digunakan adalah algoritma backtracking.

Selengkapnya Download Disini

Aplikasi Stack pada Struktur Data

Stack merupakan bagian dari struktur data yang dikategorikan ke dalam bentuk linear data, dimana operasi pemasukan maupun pengeluaran data selalu dilakukan pada salah satu sisinya[1]. Dalam dunia komputer, penggunaan stack (tumpukan) merupakan suatu hal yang umum digunakan seperti untuk penentuan alamat memory, penempatan ruang data dan aplikasi lain. Sebagai bagian dari struktur data, aplikasi stack juga digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti pengujian kalimat palindrome, penguji tanda kurung (matching parentheses), dan juga berfungsi sebagai konversi dari notasi infix menjadi notasi postfix.
Pada perhitungan aritmatika, notasi infix adalah notasi yang menempatkan operator ditengah dua operand sedangkan notasi Postfix adalah notasi yang menempatkan operator setelah dua operand. Penggunaan notasi infix merupakan hal yang lumrah digunakan dalam perhitungan aritmatika dibandingkan dengan penggunaan notasi Postfix, akan tetapi bagi mesin kompilasi notasi Postfix merupakan notasi yang digunakan untuk melakukan suatu perhitungan

Selengkapnya Download Disini

Twitter Facebook Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons